Indonesia | English   Marubeni Indonesia     PT. Marubeni Indonesia
News
{slide}

Marubeni and Toshiba Win FTK Order for Indonesia's Patuha Unit 1 Geothermal Power Plant

Senin, 17 June 2013

Marubeni Corporation (Tokyo: 8002) and Toshiba Corporation (Tokyo: 6502), hari ini mengumumkan bahwa mereka akan bekerja sama dalam konstruksi proyek Patuha Unit 1, pembangkit listrik panas bumi dengan kapasitas 55 MW di Jawa Barat, Indonesia. Marubeni akan berperan sebagai kontraktor utama dan mengawasi manajemen proyek tersebut dibawah kontrak penuh dari PT Geo Dipa Energi, pemilik pembangkit dan operator, dan Toshiba sebagai pemasok peralatan penting untuk pabrik, seperti turbin uap dan generator serta kunci tambahan dan peralatan manajemen.

Energi panas bumi adalah sumber energi terbarukan yang menggunakan sumber panas alami bawah tanah untuk memproduksi uap dan menghasilkan listrik, dengan emisi karbon dioksida yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pembangkit listrik termal lainnya. Tidak seperti sumber energi terbarukan lainnya, seperti angin dan matahari, energi panas bumi tidak bergantung pada cuaca, dan mampu untuk menghasilkan output yang stabil yang berkontribusi dalam mengamankan pasokan listrik. Saat ini, pembangkit listrik panas bumi di dunia sudah memiliki kapasitas pembangkit gabungan lebih dari 10,000 MW.

Indonesia diakui memiliki sumber panas bumi terbesar di dunia, yang memiliki potensi untuk menghasilkan listrik sebesar 28,000 MW. Dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat yang memicu meningkatnya permintaan yang mengakibatkan kurangnya pasokan energi, pemerintah Indonesia mempromosikan proyek energi panas bumi untuk meningkatkan kapasitas pembangkit dan mengurangi ketergantungan pada minyak tanah, dimana permintaannya melampaui produksi lokal pada tahun 2004. Rencana pemerintah meliputi proyek proyek listrik independen (IPP) dengan kapasitas 10,000 MW pada tahun 2025, dimana pemerintah Jepang juga turut mendukung melalui program pinjaman dalam yen.

Proyek Patuha unit 1 adalah kontrak penuh untuk 55 MW pembangkit listrik panas bumi yang berlokasi di pinggiran kota Bandung, ibu kota provinis Jawa Barat dan dengan populasi di atas 7,5 juta, yang juga merupakankota terbesar ketiga di Indonesia, dan direncanakan untuk beroperasi pada tahun 2014. Proyek ini dibiayai oleh Bank milik Negara, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Pengalaman Marubeni yang luas pada manajemen proyek pembangkit listrik di Indonesia, dan kualitas dan kinerja dari generator dan turbin uap panas bumi milik Toshiba, juga rekor kesuksesannya dalam memasok peralatan listrik untuk pembangkit pada pasar Indonesia adalah factor-faktor kunci dalam proses pemilihan.

Marubeni memiliki pengalaman yang luas dalam proyek energy listrik di Indonesia. Proyek-proyek yang dikelola oleh Marubeni antara lain pembangkit listrik tenaga batu bara Suralaya, pembangkit listrik siklus ganda termal Muara Tawar, dan pembangkit listrik siklus ganda termal Tanjung Priok. Marubeni telah mengawasi konstruksi pembangkit listrik dengan kapasitas pembangkit sekitar 6.000 MW, dimana 20% saham dari total kapasitas pembangkit dioperasikan oleh PT PLN.

Marubeni juga memiliki dua pembangkit listrik batu bara berukuran besar dan juga mempromosikan pengembangan pembangkit listrik panas bumi secara proaktif.

Toshiba adalah pemimpin dari industri peralatan pembangkit listrik, dengan kemampuan kelas dunia pada nuklir, termal, dan peralatan pembangkit listrik terbarukan. Toshiba memasuki bisnis panas bumi pada tahun 1966 dengan memasok turbin uap dan generator pada pembangkit listrik Matsukawa (pembangkit listrik panas bumi pertama di jepang), dan kemudian melebarkan bisnisnya ke Amerika Selatan, Asia Tenggara, dan Islandia. Toshiba saat ini adalah pemimpin dari industry manufaktur turbin uap dan generator, dengan pangsa pasar sebesar 24%, dan telah memasok 52 unit dengan kapasitas terpasang sebesar 2,800 MW. Tahun ini, dengan kemampuan teknologinya, Toshiba telah memenangi tiga penawaran besar untuk turbin uap dan generator untuk pembangkit listrik panas bumi, termasuk kontrak pada bulan Maret dari pembangkit listrik panas bumi Te Mihi, Selandia Baru.

Toshiba juga sangat dikenal pada pasar Indonesia, dimana Toshiba adalah pemimpin pasar dalam pasokan peralatan. Rekor perusahaan sampai saat ini meliputi, memasok 12 turbin uap dan generator (4,200 MW kapasitas ganda) untuk empat pembangkit listrik termal, juga pembangkit listrik tenaga batu bara yang saat ini masih dalam konstruksi, dan 26 turbin hidroelektrik dan generator (1,500 MW) untuk 11 pembangkit listrik hidroelektrik.

Kedepannya, Marubeni dan Toshiba akan berusaha untuk memberikan kontribusi pada pengembangan penyediaan listrik di Indonesia, termasuk melanjutkan partisipasi dalam proyek-proyek dengan mendorong emisi karbon dioksida yang lebih rendah. Marubeni dan Toshiba juga mengajukan untuk bekerja sama dalam beberapa proyek panas bumi pada tahap perencanaan, meliputi:

  • Lumut Balai Unit 1&2 dan 3&4 (proyek pinjaman dalam yen)
  • Ulubelu Unit 3&4 (proyek pinjaman dari Bank Dunia)
  • Lahendong Unit 5&6 (proyek pinjaman dari Bank Dunia)
  • Rantau Dedap Unit 1&2 (proyek IPP dari Marubeni)